SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERJUMPA

Senin, 14 Juni 2010

BUKAN MENURUT MEREKA TETAPI MENURUT KAMU, SIAPAKAH AKU INI?


MG BIASA XII (C)
Hari Minggu, 20 Juni 2010

Za 12:10-11;     
Gal 3:26-29;      
Luk 9:18-24

      Pada zaman sekarang ini setiap orang kalau ditanya siapakah Yesus itu, tentu akan berbeda-beda jawabannya. Tergantung siapa yang ditanya. Bila yang ditanya itu sudah tahu dan kenal akan mengatakan dengan jelas siapakah Yesus itu. Namun bila yang ditanya belum kenal akan mengatakan tidak tahu. Dan bila orang mengetahui siapa Yesus itu, tetapi orang itu tidak senang, mereka akan mengatakan Yesus itu penghasut dan menyesatkan rakyat banyak.

      Lain halnya orang yang senang apalagi mereka itu mahasiswa, akan mengatakan bahwa Ia itu Putra Allah, Dia itu Mesias, Dia itu sungguh Tuhan dan sungguh manusia. Yesus itu dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Maria. Ia telah disalibkan dan bangkit dari kematian dst. Semua jawabannya menurut buku yang mereka baca dan pelajari. Mahasiswa itu akan menuliskan pandangan-pandangan mereka tentang siapakah Yesus itu, dengan mengutip pendapat banyak pengarang terkenal. Tentu akan berbeda pula menurut anak SD yang baru belajar agama untuk mempersiapkan komuni pertama. Anak SD kalau ditanya siapakah Yesus itu, mereka akan mengatakan menurut guru agamanya, bahwa Yesus itu Tuhan yang mencintai anak-anak. Yesus dekat dengan anak-anak dan Dia ingin bersama anak-anak.
      Bisa ditarik kesimpulan bahwa jawaban orang yang senang seperti anak SD dan mahasiswa tadi ataupun yang tidak senang pada Yesus menunjukkan bahwa mereka itu menjawab siapa Yesus itu masih menurut orang lain. Penjelasan itu belum menunjukkan sebenarnya siapa Yesus menurut iman mereka sendiri.
     
      Hal demikian sama yang diungkapkan Petrus pada Injil hari ini. Petrus ketika ditanya oleh Yesus tentang siapakah Dia. Awalnya Petrus menjawab menurut orang lain bahwa Ia itu “Yohanes Pembaptis, kata banyak orang Ia itu Elia, ada pula yang mengatakan bahwa seorang nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Tetapi Yesus menginginkan jawaban pribadi. Yesus ingin agar Petrus mengungkapkan imannya sendiri. Maka Petrus lalu menjawab, “Engkaulah Mesias dari Allah.” Petrus menjawab menurut pengalaman hidupnya, menurut imannya. Karena Petrus mengalami dan merasakan sendiri, pernah hidup bersama Yesus. Imannya sungguh dialami dan dirasakan. Jawaban Petrus dilatarbelakangi oleh hubungan Petrus dengan Tuhan. Hubungan pribadi yang dicintai Tuhan dan sekaligus menjawab cinta Tuhan secara pribadi.

      Dari pertanyaan Tuhan kepada Petrus tadi kiranya juga penting bagi kita masing-masing. “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Sapaan Tuhan itu kita jawab secara pribadi pula. Bagi kita yang telah mengimani Dia, jelas Yesus adalah pembuka jalan keselamatan. Sebab karena Dia kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Berkat Dia kita ditebus, diakui sebagai saudaranya biarpun kita hina dan penuh dosa. Dan karena Dia pula kekuasaan maut dihalau dari kehidupan ini.    
      Lalu apa kosekuensinya jika kita mengakui bahwa Dia membuka jalan keselamatan, bahwa karena Dia kita diangkat menjadi anak-anak Tuhan? Dengan mengikuti Dia, kita harus siap menyangkal diri, ikut serta masuk dalam keselamatan yang telah dimulai Yesus dengan melepaskan kepentingan pribadi dan tidak memandang gengsi. Dengan menjadi pengikut-Nya kita siap memikul salib-Nya setiap hari. Kita dituntut untuk bersedia menanggung banyak kesulitan, kekurangan dan penolakan karena kita mau memberikan keselamatan kepada sesama. (FX. Mgn)