SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERJUMPA

Senin, 09 Mei 2011

AKULAH PINTU BAGI DOMBA-DOMBA

MINGGU PASKAH IV (A)
(Hari Minggu Panggilan)
Minggu, 15 Mei 2011

Kis 2:14a.36-41;
1 Ptr 2:20b-25;
Yoh 1-:1-10

        Hari Minggu Paskah IV ini merupakan hari Minggu Panggilan. Semoga banyak anak muda yang terpanggil untuk bekerja menjadi gembala di ladang Tuhan. Dan semoga orang terpanggil untuk saling melayani.
        Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus membuat perumpamaan diri-Nya sebagai pintu kawanan domba dan mengibaratkan diri sebagai gembala bagi kawanan domba. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.”
       
        Bila membayangkan tentang pintu, maka yang terbayang dalam pikiran kita sebuah tempat untuk masuk atau keluar. Dengan melalui pintu merupakan satu-satunya jalan untuk masuk atau keluar menuju ke suatu rumah atau tempat tinggal. Di sebuah pintu ada penjaganya, ada pembatasnya, tidak sembarangan orang bisa melintas masuk. Bila ada orang lain tanpa diundang masuk melewati pintu itu pasti ada niat mencuri atau  merampok. Karena yang datang bukan pemilik maka akan membuat penghuninya ketakutan. Dengan adanya pintu akan tidak mudah semua orang masuk ke dalamnya. Tidak semua orang bisa masuk atau melewati pintu itu, kecuali pemilik rumah.
        Demikian juga pada pintu kandang domba, hanya pemiliknya yang boleh membukakan bagi gembala. Hanya gembala yang diberi kuasa oleh pemiliknya mengantar kawanan domba ke padang rumput. Bukan orang sewaan. Gembala datang melewati pintu, memanggil kawanan satu persatu dan memimpin mereka berjalan ke padang rumput dengan aman.
        Dengan menggambarkan diri-Nya sebagai pintu, Yesus hendak mengajarkan bahwa Ia menjadi pintu masuk bagi kita semua ke dalam zaman baru. Kedatangan-Nya ke dunia menjadi menjadi pintu masuk bagi kita semua menuju kehidupan baru. Ia menjadi Pemimpin yang membawa kawanan itu ke tempat mereka bisa menikmati kesejahteraan. Ia akan membawa orang ke padang rumput, ke tempat sejahtera. Ia menjaga kita semua dari ancaman dan bahaya. Diri-Nya menjadi Sang Pintu sebagai pembatas yang jelas. Karena masih akan ada ancaman dari mereka yang datang tanpa lewat pintu itu. Tetapi kawanan sudah tahu bahwa mereka itu tidak bermaksud baik. Dan mereka itu tidak mengenal kawanan satu persatu. Mereka hanya akan merampas dan membawa mereka ke pembantaian, bukan ke padang rumput.
        Yesus yang menggambarkan diri-Nya sebagai “Pintu” akan membuka pintu dan menuntun kita semua ke jalan menuju padang rumput kehidupan. Kita yang lewat melalui Sang Pintu ibarat pintu dan gembala menyatu. Gembala sebagai Pemimpin dan umat sebagai dombanya menyatu karena saling mengenal. Pemimpin yang datang membawa keadilan kepada umat yang berkumpul menantikan dan mengharap-harapkannya menjalin hubungan secara pribadi, saling mengenal dan memberi rasa aman serta saling percaya.
        Dengan terjalinnya hubungan yang baik antara Pemimpin dan umat-Nya, semoga pada Minggu Panggilan ini menumbuhkan semangat anak-anak, remaja, kaum muda tergerak hatinya untuk menjadi imam, bruder atau suster. Dan semoga banyak orang tergerak hatinya untuk saling melayani sebagai kesaksian hidup. (FX. Mgn)