SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERJUMPA

Senin, 11 Juni 2012

MINGGU BIASA XI (B) Minggu, 17 Juni 2012

KERAJAAN ALLAH SEPERTI BIJI SESAWI

Yeh 17:22-24;
2Kor 5:6-10;
Mrk 4:26-34

    Ketika seorang anak diminta ayahnya agar bersekolah dan belajar yang rajin, anak itu belum tahu apa maksud orang tuanya. Anak itu hanya merasakan bahwa setiap hari harus ke sekolah, belajar, dan melakukan kegiatan sekolah terus menerus. Anak itu baru tahu hasilnya dan manfaatnya ketika dewasa, setelah bekerja dan hidup berumah tangga.
    Dalam Injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah itu seperti orang yang menabur benih di tanah. Kita tidak tahu bagaimana tumbuhnya benih itu tetapi tahu-tahu benih itu tumbuh, bertunas dan menjadi besar serta menghasilkan buah. Sama seorang karyawan yang bekerja dengan tekun dan rajin lama-lama kemampuannya meningkat dan gaji yang diperolehnya juga meningkat. Bahkan kedudukannya menjadi lebih baik. Seperti para pedagang setiap hari dengan tekun dan rajin tanpa kenal lelah menjajakan dagangannya, dan tidak mengira sama sekali setelah sekian lama modalnya meningkat dan akhirnya mereka menjadi pedagang besar.
    Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi, yang kecil tetapi setelah bertumbuh dan menjadi besar, burung-burung pun dapat bersarang di atasnya. Iman kepada Tuhan awalnya juga seperti biji sesawi. Pada mulanya kita tidak mengenal Tuhan atau baru berkenalan dengan Dia. Tetapi dalam perjalanan hidup, iman kita berkembang lalu menjadi kuat dan menghasilkan buah iman yang menakjubkan. Hubungan kita dengan Tuhan yang awalnya belum jelas tetapi karena terus dipupuk, maka iman kita menjadi berkembang.    Nampaknya iman kita kalau mau berkembang memang harus dipupuk terus seperti biji sesawi tadi. Perlu dipupuk supaya tumbuh baik dan berkembang. Bagaimana perkembangan iman itu kita tidak tahu persis, tetapi jelas ada daya tumbuh yang kuat. Dan pada suatu saat kita tahu bahwa hubungan kita dengan Tuhan begitu kuat seperti pohon yang besar.
    Ketekunan untuk terus memupuk hubungan kita dengan Tuhan dari hari ke sehari adalah sangat penting untuk kehidupan iman kita. Doa yang sebentar tetapi dilakukan setiap hari akan menjadi pupuk yang sangat bagus untuk pertumbuhan iman. Perbuatan yang diselaraskan dengan kehendak Tuhan setiap hari akan menjadi pemacu perkembangan iman kita menjadi kokoh.
   Semoga kita mau belajar dari kesetiaan anak di atas tadi yang mau melakukan kehendak orang tuanya, di mana pada hari tuanya berhasil karena rajin dan tekun. Dan menimba pengalaman seorang pegawai dan seorang pedagang di atas tadi. Mereka setia akan profesinya sebagai panggilan hidupnya dengan menekuni dan menghayatinya serta meyakininya. Keyakinan tadi membawa hidup dan usahanya menjadi besar dan berkembang serta membuahkan hasil yang luar biasa.
    Keyakinan dibarengi kesetiaan dan ketekunan serta kerendahan hati akan membawa iman kita kepada Tuhan menjadi besar seperti pohon sesawi tadi. Karena kita percaya bahwa Tuhan akan meninggikan pohon yang rendah dan merendahkan pohon yang tinggi. Bahkan Tuhan membuat pohon yang layu dan kering menjadi tumbuh dan bertaruk kembali. Iman yang sudah layu akan disegarkan kembali oleh Tuhan. (FX. Mgn)