SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERJUMPA

Selasa, 07 Februari 2012

HARI MINGGU BIASA VI (B) Minggu, 12 Februari 2012

YESUS MENYEMBUHKAN ORANG SAKIT KUSTA


Im 13:1-2.44-46;
1 Kor 10:31-11:1;
Mrk 1:40-45

Seringkali kita mendengar kata, “orang kusta”, yaitu orang yang menderita penyakit kusta atau lepra. Orang seperti itu pada zamannya Yesus tidak dianggap mempunyai nilai lagi. Masyarakat pada umumnya menjauhi bahkan orang kusta disingkirkan, dijauhkan karena ditakutkan akan menulari orang yang sehat. Orang-orang yang menderita kusta dibuang di suatu tempat penampungan, untuk menantikan hari akhir hidup mereka. Maklum waktu itu belum ditemukan obatnya. Sungguh mereka sudah tidak mempunyai pengharapan lagi, sudah tidak berarti lagi karena tidak dianggap lagi. Mereka sebenarnya sudah “mati” karena diasingkan dari kehidupan masyarakat.
Seperti itulah yang dihadapi oleh seorang penderita kusta dalam Injil hari ini. Namun yang menarik, bahwa orang kusta ini datang kepada Yesus dengan penuh iman sambil berkata “Kalau Tuhan mau, Tuhan dapat menyembuhkan saya.” Orang itu sebenarnya sudah melanggar aturan umum karena datang menemui Yesus, orang yang sehat. Karena pikirannya sudah buntu, mereka tidak menggubris aturan masyarakat lagi, toh dia sudah dibuang oleh masyarakat. Imannya yang besar mengalahkan aturan itu, maka dia pergi menemui Yesus dan minta disembuhkan.
Puji Tuhan, karena imannya yang besar itu ditanggapi Yesus. Yesus mengulurkan tangan, menjamah dia, dan bersabda, “Aku mau. Jadilah sembuh” Dan dia sembuh. Iman yang sebesar itulah yang membawa kepada Yesus dan menyebabkan di disembuhkan. Iman yang sungguh besar, iman yang dengan penuh keyakinan menyerahkan kelemahan dirinya kepada Tuhan sumber kehidupan. Orang itu sungguh gembira setelah memperoleh kesembuhan dari Tuhan. Saking gembiranya sehingga orang itu tidak bisa diam saja, meski oleh Yesus dipesan tidak boleh menyebarkan berita itu. Kegembiraan yang besar berkat kesembuhannya tampaknya sulit dibendung. Orang itu memperoleh kehidupan kembali dari “kematian harapan” dan masa depannya. Orang itu pergi dan menceritakan seluruh kegembiraan dan kebahagiaannya kepada orang lain. Ia berbagi pengalaman imannya yang besar kepada orang-orang lain.
Mungkin Anda atau saya mempunyai pengalaman seperti orang kusta, merasa terasing, tersingkir, bahkan tidak dianggap (tidak diwong-ke). Hal demikian membuat tidak berdaya, tidak mempunyai harapan, sudah jenuh, bahkan sudah “mati” semangat dalam hidup ini.
Belajar dari pengalaman si kusta tadi, mungkinkah saya atau Anda mempunyai iman yang begitu besar seperti si kusta tadi? Mempunyai kepercayaan datang kepada Yesus. Pengalaman si kusta tadi, sejatinya adalah gambaran orang-orang yang menjadi korban pengasingan kita. Orang yang kita singkirkan dari pergaulan, yang kita kekang kebebasan mereka dan kita matikan kreativitas mereka. Melihat hal ini mestinya kita belajar dari Yesus sendiri, yaitu untuk dengan jujur berani membantu memberikan kehidupan kepada mereka. Mau datang kepada Yesus pemberi kehidupan bagi orang yang sudah tidak ada harapan hidup, bahkan sudah “distempel mati” oleh masyarakat di mana dia hidup.
           Marilah dengan rendah hati dan penuh iman datang kepada-Nya, “Tuhan, bila Engkau mau, Engkau pun dapat menyembuhkan saya.” (FX. Mgn)